Header AD

Bangkitkan Kancil...


BLOG | Belakangan ini, keberadaan mobil nasional kancil sebagai angkutan umum di jalan-jalan Jakarta sudah mulai berkurang. Bahkan mungkin sudah menghilang. Sesekali memang ada satu dua yang lewat. Tapi kalau niat untuk menaiki kancil muncul, akan sulit mencari moda transportasi ini.

Dari pantauan Car&AutoNews, mobnas kancil memang sudah banyak yang tidak beroperasi. "Pemeintah daerah DKI kurang memberikan dukungan," kata seorang supir Bajaj yang dulunya mantan supir kancil beberapa waktu lalu. Menurutnya, koperasi yang menyediakan moda transportasi kancil tidak dapat membesar karena susahnya mendapatkan izin. Akibatnya, koperasi tersebut hanya segitu-segitu saja.

Hal ini juga berdampak negatif pada kemampuan koperasi untuk meremajakan angkutan kancil tersebut. Banyak supir dan pemilik angkutan tidak mampu membeli sparepart yang memang sangat jarang ditemukan. "Setidaknya pemda dapat memberikan bantuan bagi perusahaan produsen sparepart kancil untuk terus beroperasi," katanya. Kata dia, berapapun harganya asal tersedia pasti ada saja yang membelinya.

Kegagalan pemerintah berikutnya adalah, mandeknya promosi kancil untuk digunakan sebagai angkutan alternatif di berbagai daerah. Populasi bajaj malah meningkat dan menyebar ke seluruh Indonesia. Menurut supir ini, hal itu tidak terlepas dari kuatnya dukungan konglomerat keturunan India dalam mensupport after sales bajaj.

Apalagi beberapa model bajaj yang menggunakan bahan bakar energi alternatif seperti bahan bakar gas ikut membuat kancil semakin kalah. "Seandainya saja kancil terus berinovasi dan tidak berhenti untuk menelurkan ide," katanya.

Kelebihan bajaj lainnya adalah, para pemilik bajaj sudah cukup mapan dan mempunyai lobi yang kuat di pemda. Sehingga keberadaan bajaj tidak pernah diganggu oleh pihak-pihak yang usil. Apalagi bajaj itu sudah masuk ke Indonesia secara keseluruhan. Perusahaan asal India ini juga menjual sepeda motor di Indonesia.

Dengan pergantian gubernur baru DKI yang mempunyai ketertarikan untuk memajukan ekonomi daerah dan nasional melalui pengembangan produk-produk dalam negeri, Joko Widodo, gubernur yang baru diimbau untuk mengaktifkan kembali kancil agar beroperasi di jalan-jalan.

"Harga bajaj bisa mencapai 60-150 juta, sementara kancil hanya Rp. 30 jutaan, tapi yang terjadi malah kancil yang tersingkir. Padahal kualitasnya tidak kalah," kata supir tersebut.














Bangkitkan Kancil... Bangkitkan Kancil... Reviewed by Redaksi on 7:40 AM Rating: 5

No comments

loading...

Post AD