TRENDING
mobnas

ASEAN

Tokoh

Otomotif

Mobnas

Monday, August 24, 2015

Mercedes, Iran Khodro to sign deal

Iran Khodro and German automaker Mercedes-Benz will sign a deal soon for production of cars and commercial vehicles, the head of the leading Iranian vehicle manufacturer says.

Hashem Yekke-Zare said Daimler AG’s unit has decided to “enter the Iranian market in full force” after recent negotiations, adding it will re-open its office in Iran in the next two-three months.

“According to the agreement reached with Mercedes-Benz, a five-year deal will be signed soon under which Setareh Iran as the importer and Top Khodro Company as the manufacturer will start distribution of Benz cars in Iran,” he said.

More

Saturday, March 7, 2015

Quadro Q1 Electric vehicle from Iran

New electric vehicle from Iran.


Thursday, February 26, 2015

GM Ditutup, Kesempatan Karyawan Buat Pabrik Mobil

Kabar ditutupnya pabrik GM di Indonesia menyisakan pilu terhadap 500-an karyawannya yang akan di PHK.

Di beberapa negara Amerika Selatan, dan negara-negara berkembang lainnya, hal ini dapat disiasati dengan menggalang para karyawan tersebut untuk mendirikan pabrik mobil dan perakitan sendiri.

Dengan skill yang mereka punya, para karyawan dapat membentuk perusahaan sendiri atau badan usaha seperti koperasi untuk kemudian mendirikan pabrik sendiri.

Pilihan kedua, mereka dapat bekerja sama dengan perusahaan mobil nasional atau pemda untuk mengembangkan produk mobnas yang sudah ada.

Atau bisa juga dengan mengajak investor yang tertarik untuk melakukan kerjasama permodalan. Cara ini sudah sudah dilaukan di Korea, Cina atau India bahkan di Iran. Sehingga negara tersebut tidak menjadi bulan-bulanan perusahaan asing yang seenaknya menutup pabriknya dengan alasan bisnis tanpa mengindahkan pengaruhnya terhadap kehidupan pribadi para buruhnya yang di PHK.

Saatnya Kementerian Tenaga Kerja mempunyai sebuah badan usaha atau badan sendiri yang dapat memantau dan mengarahkan perusahaan-perusahaan seperti ini dan membantu karyawannya untuk membentuk perusahaan sendiri.

Friday, August 22, 2014

Rio Haryanto Start ke-19 di Belgia

Pebalap nasional Rio Haryanto menempati start pada posisi ke-19 pada race pertama atau "feature race" seri kedelapan lomba balap mobil GP2 Series di Sirkuit Spa-Francorchamps Belgia, Sabtu waktu setempat.

Victoria Lloyd dari tim EQ8 Caterham Racing dalam surat elektroniknya yang diterima di Semarang, Jateng, Sabtu pagi, menyebutkan pada babak kualifikasi Rio Haryanto yang mendapat dukungan dari Pertamina tersebut menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1:57.974 dari 12 kali putaran.

Rekan satu tim Rio Haryanto di EQ8 Caterham Racing, pebalap asal Prancis Tom Dilmann menempati start pada posisi ke-14 sesuai dengan hasil babak kualifikasi dengan catatan waktu 1:57.770 dari 11 kali putaran.

"Kualifikasi ini bukan hasil yang baik bagi kami. Kami berjuang banyak di sektor kedua dan saya merasa keseimbangan itu tidak sempurna sehingga tidak bisa sepenuhnya menggunakan ban baru," kata pebalap asal Solo, Jateng, tersebut.

Ia mengaku kecewa dengan hasil itu dan besok atau Sabtu waktu setempat saat tampil pada race pertama berharap hasilnya lebih baik.

"Ada kemungkinan saat race pertama ini akan turun hujan dan ini tentunya akan lebih baik bagi kami untuk memberi kesempatan mencetak poin," katanya.

Rekan Rio Haryanto, Tom Dilmann, juga berharap lomba pada race pertama itu kondisi hujan.

"Seperti halnya Rio Haryanto, saya merasa senang jika hujan," kata pebalap asal Prancis tersebut.

Pada latihan resmi sebelum babak kualifikasi, Rio Haryanto yang mengenakan nomor mobil 18 menempati posisi ke-16 dengan catatan waktu 1:58.800, sedangkan rekannya Tom Dilmann yang mengenakan nomor mobil 19 menempati posisi ke-18 dengan catatan waktu 1:58.923.

Sampai dengan seri ketujuh di Hongaria, Rio Haryanto yang tergabung di tim EQ8 Caterham Racing sejak Januari 2014 itu, menempati posisi ke-13 klasemen sementara dengan total nilai 26.

Total nilai 26 yang diraih Rio Haryanto tersebut, didapat saat tampil pada seri kedua di Sapnyol (meraih nilai 10) dan seri ketiga di Monaco (meraih nilai 16).

Race pertama atau "feature race" dimulai pada Sabtu yang menempuh 25 putaran mulai pukul 15.40 hingga 16.45 waktu setempat, kemudian race kedua atau "sprint race" dilaksanakan, Minggu (24/8) pukul 10.35 hingga 11.25 waktu setempat. (antara)

Saturday, January 18, 2014

Khodro Siap Ekspor Produk Otomotif, Jika Sanksi Iran Dihentikan

Perusahaan otomotif Iran mengatakan, pihaknya akan mengekspor 30 persen produk mereka ke luar negeri bila sanksi ekonomi terhadap Iran dihentikan.

Hal itu dilaporkan media Azerbaijan Trend, Ahad lalu (12/1).

Khodro merupakan perusahaan lokal Iran yang telah mampu memproduksi mobil, truk dengan mesin sendiri dan sudah mendirikan berbagai pabrik di Belarusia, Cina, Afrika dan Venezuela.

Harapan Iran ini akan mengalami kesulitan mengingat sehari sebelumnya, DPA melaporkan, publik Amerika Serikat justru menginginkan penambahan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Dukungan itu terlihat dari penolakan Gedung Putih terhadap rancangan peraturan baru, didukung 59 dari 100 senator AS, yang justru menginginkan penerapan sanksi baru kepada Iran dan membuat negosiasi negara-negara kekuatan dunia, P5+1, dan Iran di Jenewa seperti sia-sia.

Namun, Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan pihaknya akan terus melanjutkan negosiasi itu.

Gedung Putih dan Kongres "mempunyai tujuan yang sama, yakni menghilangkan senjata nuklir Iran. Ini merupakan kebijakan Presiden, dan kami bekerja sama dan ingin melanjutkannya," katanya. (Republika)

Thursday, September 26, 2013

Tim Riset Mobil Nasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Buat Prototipe Mobnas, 90% Komponen Lokal

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membuat prototipe mobil nasional (mobnas). Persentase komponen yang merupakan buatan lokal mencapai 90%. Kualitasnya juga telah teruji, bahkan bahan lebih baik daripada mobil buatan China.

Ketua Tim Riset Mobil Nasional Bambang Waluyo Febriantoko mengatakan, prototipe mobil nasional yang dibuat bukanlah barang rakitan. Komponen yang tidak dibuat sendiri hanya ban, kaca, lampu, pegas, dan gardan. Sementara untuk mesin, sasis cabin, desain mobil, asli buatan sendiri, sehingga dipastikan berbeda dengan yang di pasaran dan harganya bisa lebih murah jika diproduksi massal. ”Asli buatan sendiri, 90% komponen lokal,” kata Bambang saat peluncuran ulang dan test drive mobil Esemka Sang Surya di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, kemarin.

Menurutnya, UMS ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan SMK menjadi laboratorium CAD/CAM/CAE (laboratorium riset desain mobil nasional). Tim riset UMS memiliki tugas hingga tahun 2014 untuk melakukan penelitian dan pengembangan mobil nasional.

Dia menjelaskan, saat ini riset telah memasuki dua tahapan. Tahap pertama berupa pembuatan prototipe telah dilakukan dan hasilnya, jenis mobil minitruck dan SUV. ”Tahapan kedua, membuat dies (cetakan) bagian-bagian mobil,” katanya.

350 Komponen

Dalam pelaksanaannya tidak mudah dan membutuhkan waktu. Menurutnya, satu mobil setidaknya memiliki 350 komponen. Satu komponen dicetak dengan menggunakan tiga dies. Padahal, saat ini hasil riset baru sampai pada satu dies untuk sasis dan fender. Kendala juga terdapat pada dana. Untuk membuat satu dies setidaknya butuh dana Rp 1 miliar.

Pria yang juga menjabat sebagai kepala Laboratorium CAD/CAM/CAE UMS ini menuturkan, setelah dies jadi, pembuatan komponen mobil tidak lagi secara manual, melainkan melalui pressed body. Dies adalah langkah awal untuk produksi massal, karena pembuatannya jauh lebih cepat. ”Dalam satu menit bisa enam sampai tujuh komponen yang dihasilkan,” katanya.

Tim riset dies diberi dana Rp 1,94 miliar oleh Direktorat Pembinaan SMK. Riset di deadline Juni 2012. Setelah itu siap dilakukan proses pencetakan pertama. Proses persiapan pembuatan prototipe mobil nasional sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. ”Untuk membandingkan, kami membedah mobil China. Diteliti bahannya apa saja dan mencoba dibuat dengan bahan yang lebih baik,” katanya.

Sumber

Limited Edition: 40 Mobil Esemka

PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) mulai mendistribusikan 40 mobil Esemka kepada pemesan pertama. 40 Mobil tersebut termasuk untuk pesanan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

"Penyerahan secara simbolis kemungkinan akan kita lakukan untuk Pak Joko Kirmanto di Jakarta. Mobilnya sudah kita kirim ke Jakarta. Tinggal menyesuaikan jadwal Pak Joko saja," ujar Humas PT SMK, Sabar Budi ketika dihubungi merdeka.com Kamis (11/4).

Sabar menuturkan, PT SMK selaku perusahaan yang memproduksi mobil Esemka, terus melakukan proses perakitan mobil di Tangerang. Pihaknya juga sudah mendistribusikan mobil kepada 40 pemesan pertama, di berbagai kota antara lain Jakarta, Solo, Dumai, Surabaya, dan Cilegon.

"Kami sudah kirim ke beberapa kota. Beberapa mobil yang dipesan itu di antaranya Esemka Bima dan Esemka Rajawali," katanya.

Sabar menambahkan, proses perakitan mobil juga terus dilakukan di Tangerang sembari memproduksi prototype mobil varian lain, seperti mini truk. Nantinya prototype tersebut akan diujikan di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP), seperti halnya mobil Esemka Rajawali dan Bima.

Mengenai pemesan lainnya, Sabar mengatakan, pembeli perdana tersebut akan di-refresh kembali dan akan dihubungi via telepon oleh PT SMK. Selain perakitan di Tangerang, mobil Esemka juga akan dirakit di Lumajang dan Madiun.

"Hingga April 2013 ini, jumlah pemesanan mobil Esemka mencapai 8.000 unit. Tapi ada sekitar 10%-15% yang membatalkan pesanan karena proses produksi yang cukup lama," pungkasnya.

More

Menteri Djoko Kirmanto: Konsumen Mobil Esemka

Ada sesuatu yang menarik di balik peresmian Breaking Trough Underpass Cibubur oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Mata para undangan tampak tertuju pada mobil warna hitam yang terparkir di halaman. Ternyata itu adalah mobil Asemka, produksi lokal, milik Menteri Djoko.

Menteri Djoko bertutur, ini merupakan produksi pertama Esemka.  "Saya pesan ke Pak Jokowi. Jika sudah lulus uji, saya pesan yang pertama kali diproduksi,” Menteri Djoko bercerita. Mobil ini aman dan nyaman.”
Menurut dia, mobil itu belum genap berumur 1 bulan. Harga yang ditawarkan pabrikan sesuai dengan fasilitas yang diberikan. Harga off the road mobil Esemka itu sebesar Rp 140 juta. "Kalau on the road mungkin sekitar Rp 150 juta," katanya.

Saat ini, Djoko sedang menguji kekurangan dari mobil itu. Menurut dia, keluhan yang ditemui ada pada masalah kopling dan pintu. Pintu mobil itu sulit untuk ditutup.

"Biasanya mobil menteri otomatis terkunci jika ditutup, tapi mobil ini tidak otomatis," Djoko menjelaskan. Djoko berjanji akan memberikan catatan kekurangan mobil produk dalam negeri ini ke pabrikannya agar dilakukan perbaikan.

More
 
Back To Top