Latest Post

Porsche Kembangkan Mobil Sport Listrik

Written By Redaksi on Friday, September 25, 2009 | 5:22 AM

Sebuah laporan terbaru menyatakan, pabrikan otomotif asal Jerman yaitu Porsche, saat ini sedang bekerja keras untuk mengembangkan sebuah mobil sport bertenaga listrik.

Porsche listrikLaporan itu menegaskan, dalam sebuah wawancara dengan majalah otomotif Jerman Welt am Sonntag,Presiden Direktur Porsche Michael Macht nenyatakan, pihaknya kini tengah intensif mengembangkan mobil sport bertenaga listrik. Macht mengaku, konsep mobil tersebut akan segera ditampilkan meski produksinya baru akan terlaksana lima atau sepuluh tahun mendatang.

Medan Lebih Familiar dengan Proton

Written By Redaksi on Friday, September 18, 2009 | 2:24 AM

Kedekatannya secara geografis dengan Pulau Pinang, membuat Medan ternyata lebih familiar dengan merek Proton. Bahkan di Sumatera Utara ini, permintaan untuk mobil-mobil Proton cukup tinggi.

"Di Medan tiap dealer itu bisa dapat pesanan hampir 100 unit untuk semua tipe Proton," ungkap President Director PT Proton Edar Indonesia (PEI) Ricky HK Too di sela perkenalan Proton Exora di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Rabu (15/7/2009).

Kondisi ini, kata dia mungkin disebabkan Medan yang dekat dengan Pulau Pinang. "Jadi merek Proton di sana sudah familiar sama seperti di Malaysia," katanya.

Walau demikian, dia berharap, kesuksesan di Medan tersebut juga bisa terjadi di kota-kota lain khususnya Jakarta.








Avrocar: Next Gen. Car

Written By Redaksi on Tuesday, September 15, 2009 | 6:01 PM

A prototype flying disk, which ascended vertically and, it was hoped, would eventually reach speeds of 1,500 mph. American engineers tinkered with the sleek design for years but were to solve severe stability problems, and it never flew more than 2.5 meters above the ground.

In 1952, Avro Canada began to study designs for a supersonic circular wing fighter-bomber using $400,000 in funding from the Canadian government with allocated. After the funding ran out the Canadian government abandoned the project, but enough progress had been made to spark the interest of the US government. In July 1954, the first of two US Air Force contracts totaling $1.9 million was awarded to Avro for further study.

Avro itself invested in $2.5 million and completed design studies and small-scale tests on a vehicle designated the P.V. 704 (US designation, System 606A). The 606A design was almost 30 ft. in diameter with a maximum weight of 27,000 lb. and a design speed over 1,000 mph.

The US Army became interested in the project in 1958, feeling that the circular wing could fit in with its plans for a "flying jeep." The Air Force agreed to redirect its effort as this could demonstrate the design features of the 606A concept in less time at a must lower price. The resulting craft was named Avrocar and given the Army designation VZ-9AV (VZ for vertical takeoff research aircraft, 9 as it was the ninth in a series and AV for Avro).

The Avrocar was a saucer-shaped disk 18 ft in diameter and 3 ft thick, it was designed to go 300 mph and able to fly to an altitude of 10,000 ft. It weighed 5,650 lb. and had separate cockpits for two crew members.

Three Continental J-69 turbojet engines powered a centrally located fan with a diameter of 5 feet. Two prototypes rolled out of the factory in May and August 1959. The first Avrocar (58-7055) was sent to NASA Ames, Moffett Field, California. It first flew there on May 17, 1961 and was also used for wind-tunnel testing.

The second Avrocar made its first tethered flight, lasting 12 seconds, on Sep. 29, 1959, and its first untethered flight occurred on Nov. 12, 1959. Formal Air Force flight evaluations took place at Avro in April 1960 and June 1961. These demonstrated a maximum speed was 35 mph, while the research at NASA showed that the Avrocar was aerodynamically unstable.

The program was terminated in December 1961 after a total of $10 million had been spent. At Avro (UK) project 724 never proceeded beyond the designs stage in June 1953. The two prototypes reside today at the US Army Transportation Museum and at the Smithsonian NASM Garber site.




The New SublimeNZ Car

The KNIGHT-XV is an armoured vehicle and not a vehicle that has been armored. This means that unlike most vehicles that are armoured after-market, the KNIGHT XV is manufactured using military-grade armouring materials.

With its distinct size, extraordinary security features and ultra-luxurious interior appointments, the KNIGHT XV provides one of the most unique vehicle ownership experiences in today's SUV marketplace. The innovative and incomparable KNIGHT XV takes approximately 1,500 hours to hand build with precision craftsmanship and attention to detail that one can expect from a vehicle of this caliber.

Toyota exports boost Japan's economy

Written By Redaksi on Sunday, September 13, 2009 | 11:53 AM

Japan's current account surplus widened more than expected in January as exports surged, stoking growth in the world's second-largest economy.

The surplus expanded 50 per cent to ¥1.19 trillion ($12.8 billion) from a year earlier, the Ministry of Finance said in Tokyo yesterday.

The median estimate of 27 economists surveyed by Bloomberg was for ¥1.04 trillion.





Japan's economy grew at the fastest pace in three years in the fourth quarter, as rising overseas demand prompted companies to boost spending on factories and machinery. The current account surplus may keep widening as exporters such as Toyota ship more goods and as cheaper oil helps limit the nation's import bill.






Government of Canada Provides Forces with Modern Trucks while Benefitting Economy

The Honourable Peter Gordon MacKay, Minister of National Defence and Minister of the Atlantic Gateway, together with the Honourable Josée Verner, Minister of Intergovernmental Affairs, today announced the contract award for the Canadian Forces’ new medium-sized logistic trucks.

DRDO Reva: Mobil Listrik Untuk Militer?

Written By Redaksi on Saturday, September 12, 2009 | 7:45 PM

Dari gambar ini tampaknya mobil listri Reva bakal digunakan untuk tujuan militer. Coba perbesar gambarnya, nampak stempel dan lambang departemen pertahanan India. Baru saja diluncurkan, Reva, mobil listrik buatan India, langsung mendapat sambutan hangat dari anak negerinya. Beberapa instansi pemerintah berlomba-lomba untuk membelinya. Sebuah antusiasmi peradaban yang baik

Wowww!!! Penjualan Mobil di Indonesia Agustus Mencapai 48.178 Unit

Written By Redaksi on Friday, September 11, 2009 | 2:06 PM

Jika penjualan motor mencapai rekor tertingginya di bulan Agustus bagaimana dengan penjualan roda empat?

Berdasarkan data dari Gaikindo yang diperoleh dari PT Honda Prospect Motor, Jumat (11/9/2009), penjualan mobil di bulan Agustus juga mencapai rekor tertinggi selama tahun 2009 ini.

Penjualan Ford Naik Berkat Mobil Polisi

PT Ford Motor Indonesia (FMI) sebagai pemasok mobil Ford di Indonesia sepertinya harus banyak berterima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia.

Hal ini dikarenakan kebijakan Polri membeli mobil patroli baru untuk Polda Jabar, Polda Banten, dan Polda Metro Jaya di bulan Agustus silam langsung berdampak dan mengerek penjualan Ford hingga empat kali lipat dari angka penjualan bulan sebelumnya.

Ford pun akhirnya masuk dalam 7 besar penjualan mobil terbanyak di bulan Agustus lalu. Dari data penjualan mobil bulanan dari Gaikindo, Jumat (11/9/2009, penjualan FMI boleh dibilang meroket dari hanya 458 unit di bulan Juli menjadi 1.632 unit di bulan Agustus.

Biasanya penjualan Ford berada di kisaran 400-600 unit per bulannya. Ini tentu saja menjadi prestasi tersendiri terlebih dorongan yang diberikan polisi itu juga berbarengan dengan masa menjelang lebaran yang memang secara tradisional menjadikan pasar naik dari bulan sebelumnya.

Bajaj XCD 125 DTS-Si Tampilan Baru Harga Tetap

Written By Redaksi on Thursday, September 10, 2009 | 4:53 PM

Sepeda motor sport XCD 125 DTS-Si keluaran pabrikan otomotif asal India, Bajaj Auto Limited, kini berpenampilan baru, yaitu dengan tambahan rem cakram (disc brake).

The Dongfeng Brave Soldier is a fine TV-car in Peacetime

China's first Hummer is now available for semi-private use, which is for companies and government agencies in businesses as forest control, mining, geology and more of the rough stuff. Hubei TV, a local station from Hubei Province, found another good use for the Brave Soldier.


Cara bayar pajak mobil

Tanggal 24 Jan 2009 bayar pajak mobil Rp. 1.971.900
Cara pembayaran :
- dokumen yg diperlukan : fotokopi BPBKP, STNK dan KTP
- harus dibawa : BPKP, STNK dan KTP pemilik asli, pulpen
- Datanglah pagi-pagi ambil nomor antrian
- Ambil formulir di loby untuk roda 4
- Isi formulir (pulpen harus bawa sendiri)
- Fotokopi BPKB, STNK dan KTP (bayar 2000)
- Masukkan formulir plus persyaratan ke loket 1 (roda 4) (BPKB asli cukup ditunjukkan, KTP dan STNK asli diserahkan)
- Tunggu sampe dipanggil
- Setelah dipanggil akan nerima notice berisi jumlah yg harus dibayar
- bawa notice langsung bayar di loket 2
- Tunggu sampai dipanggil di loket 3
- STNK baru dan KTP asli diserahkan di loket 3
- Selesai

Mobil Murah Tata Nano: Di India Rp22 Juta, di Indonesia Rp50 Juta

Mobil super murah Tata Nano telah resmi diluncurkan pabrikan mobil India, Tata Motors di Mumbai India Senin (23/3/2009) lalu. Namun masyarakat Indonesia sebaiknya tidak banyak berharap bisa memiliki mobil dengan harga 100 ribu rupee (sekitar Rp22 juta) itu.

“Belum ada pembicaraan atau isyarat sedikitpun bahwa Tata Nano mau masuk ke Indonesia,” ujar Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika, Budi Darmadi kepada Jawa Pos kemarin. Biasanya setiap prinsipal mobil di luar negeri akan melapor terlebih dahulu ke pemerintah jika ingin masuk ke pasar Indonesia. Setidaknya informasi itu akan disampaikan sejak jauh hari.


Budi menegaskan, mobil murah asal India itu tidak akan dilepas dengan harga murah di Indonesia. Setidaknya berbagai macam pajak siap menanti sehingga harganya menjadi “tidak murah lagi”. Biaya untuk memasukkan mobil ke Indonesia sangat besar, minimal dari sisi bea masuk impor saja berkisar 40-45 persen tergantung kapasitas mesin dan jenis mobilnya. “Apakah sedan atau minivan itu beda, belum lagi tergantung CC-nya,” kata Budi.

Kalaupun Tata Nano masuk ke Indonesia, Budi yakin harganya lebih dari Rp 50 juta per unit. Sebab, selain harus membayar bea masuk, importir juga harus membayar pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPnBM (pajak penjualan barang mewah) yang nilainya bervariasi sesuai nomor HS (harmonized system) mobil itu. “Tahun 2010 nanti semua bea masuk akan disamakan yaitu 40 persen, tapi dengan kena PPN impor dan PPnBM harganya pasti diatas Rp 50 juta,” tegasnya.

Harga lebih mahal itu bukan saja dari sisi pajak. Menurut Budi, mobil Tata Nano itu harus memiliki sistim keselamatan yang memadai, misal Air Bag (bantal udara) dan sistim pengereman ABS (air brake system). Kalaupun mau menambahkan perangkat itu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Misal, ABS harganya Rp 4 jutaan per unit. “Syarat keamanan Tata Nano kurang memadai, kalau mau berkendara aman tentu harus keluar uang lagi, “ lanjutnya.

Namun begitu, pemerintah tidak akan melarang mobil murah yang belum memiliki sistim keamanan itu masuk ke Indonesia. Menurut dia, segala jenis mobil mulai yang premium (sangat mahal) hingga yang sangat murah diperkenankan masuk ke Indonesia asalkan membayar pajak. “Dari Mercy yang harganya miliaran hingga Tata Nano silahkan saja kalau mau masuk, asal bayar pajak,” cetusnya.

Menurut Budi, Indonesia juga terus menaggagas pembuatan mobil murah seperti di India. Namun bedanya, Indonesia tetap akan berpijak pada prinsip berkendara yang aman. Artinya, tidak mengorbankan faktor keselamatan demi harga yang murah. “Beberapa institusi dan industri sedang mencoba membuat mobil seperti itu, konsepnya low cost car,” ungkap dia.

Beberapa masih dalam tahap eksperimental, seperti mobil yang dibuat PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun dengan nama GEA (Gulirkan Energi Alternatif). Mobil GEA tersebut memakai bahan bakar gas yang dijamin bisa ramah lingkungan. Selain itu juga pabrikan lokal yang akan menggarap mobil sejenis itu, dengan nama Tawon. “Saya lupa nama perusahaannya, ada juga yang di Semarang. Sekarang masih prototype jadi belum tahu harganya,” jelasnya. (wir)

Pabrik Indonesia Sedang Garap Mobil Tawon

Grafis..

Estimasi Pajak Impor Mobil

Bea Masuk 40 persen

PPN 10 persen

PPnBM 30 persen

Ket : Untuk Tata Nano perlu

Perangkat tambahan seperti

Air Bag dan ABS.

Diolah dari berbagai sumber

Parax: Iran unveils another electric car

Iranian university students at Qazvin's Azad University -- northwest of Tehran -- have designed and produced a new two-seat electric car.

A fifteen-member team of university students worked on the new plug-in car for 10 months.

The new car, named the Parax, weighs 450 kg and is lighter than another electric car that was unveiled at Tehran's Khaje Nasir Toosi University last week.

The Qasedak-e-Nasir (Dandelion of Nasir) weighed 700 kg.

Once the battery of the Parax is charged, it can cover a distance of 100 kilometers and can reach a velocity of 110 kph, the Mehr News Agency reported.

Dong Feng to invest $250m in new Turkish car plant

China's third-largest carmaker Dong Feng Motor is to invest $250 million in a planned Turkish plant with an annual capacity of 52,000 units, Turkey's government investment agency said on Wednesday.

Feasibility studies for the location are being carried out and construction should begin in the first quarter of 2010, the government investment agency said in a statement.








It also said Korean steel manufacturer Posco would make an initial greenfield investment in Turkey of $24 million to produce annually 170,000 million tonnes of flat steel, to be used primarily for the automotive sector.

Hyundai Assan, a joint enterprise between carmaker Hyundai and Turkey's Kibar Holding, announced on Wednesday it had chosen Turkey as the site for production of its new i20 series.

Kiprah SMk Kanzen: Mobil Nasional

Written By Redaksi on Wednesday, September 9, 2009 | 7:38 PM

Mobil nasional (mobnas) bakal lahir dari tangan-tangan terampil siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kanzen yang berlokasi di kawasan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Dr. Joko Sutrisno, Senin (26/1), mengatakan, mobnas yang bakal lahir dari Kota Malang ini berbeda dengan mobnas Timor beberapa waktu lalu yang diprakarsai Tommy Suharto.

"Mobnas yang diberi merek SMK S UVI itu sekarang masih dalam perakitan dan akan diproduksi massal jika sudah sempurna. Harganya juga tidak terlalu mahal, yakni rata-rata Rp 80 juta per unit on the road," katanya disela-sela kunjungannya ke SMK
10 Malang bersama Mendiknas Prof. Bambang Sudibyo.

Untuk mempercepat realisasi lahirnya real mobnas tersebut, katanya, Depdiknas
telah menandatangani naskah kerja sama (MoU) dengan Kanzen November 2008. Selain memproduksi mobil dengan harga murah, kata Joko, SMK tersebut juga merakit sepeda motor sendiri. Bahkan, yang sudah selesai dan siap pakai juga telah dipesan beberapa konsumen.

Sepeda motor yang diberi merek SMK Kanzen itu seharga Rp 7 juta per unit.

"Dari SMK percontohan ini lahir berbagai produk, selain mobil dan sepeda motor, di sini juga diproduksi laptop murah serta animasi berkualitas," katanya. Menurut dia, seluruh SMK di Indonesia nantinya wajib memiliki laptop yang diawali dari Kota Malang sebagai produsen laptop murah seharga Rp 5 juta per unit.

Menyinggung kompensasi bagi siswa yang terlibat dalam perakitan maupun produksi sepeda motor, mobil, laptop, dan animasi tersebut, Joko mengatakan, semua fasilitas
peralatan dipenuhi oleh pihak sekolah.

"Setiap siswa yang terlibat mendapat keuntungan tak langsung karena mereka hanya bisa praktik dan mengutak-atik berbagai desain. Secara materi mereka akan mendapatkan jaminan makan saja," katanya menjelaskan.

Sayang sekali: Bakrie Kubur Ambisi Mobnas "Beta 97 MPV"

Written By Redaksi on Saturday, September 5, 2009 | 8:29 AM

Lama sebelum lahirnya mobil nasional baru seperti Gea, Arina, Tawon maupun Komodo, Indonesia sebenarnya sudah memiliki ambisi besar untuk membuat sebuah mobil nasional.

Sebab sudah sejak akhir tahun 1994 Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers menggugah sebuah mobil nasional terbaru Indonesia.

Mobil yang dinamakan Beta 97 MPV ini memiliki desain orisinal buatan rumah desain Shado asal Inggris.

Hal itu tentu berbeda dengan kehadiran Timor dan Bimantara yang sebenarnya sebuah bentuk pergantian merek dari Kia maupun Hyundai.

Pada bulan April 1995 disain Beta 97 MPV pun telah selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie dan setelah itu, desain tersebut pun langsung dikembangkan hingga prototipe mobil ini selesai di tahun 1997.

Bakrie pun sudah mulai menyiapkan segala aspek pendukung mobil ini mulai dari perakitannya hingga ke persiapan anggaran produksi.

Jadwal peluncuran mobil ini sesungguhnya sudah disiapkan yakni pada bulan Desember 1997.

“Sayang krisis meluluh-lantakkan proyek kebanggaan nasional tersebut,” ujar sumber detikOto di keluarga Bakrie.

Raksasa kapital Indonesia ini pun sudah mengubur calon mobil nasional yang di pertengahan tahun 1990 telah mereka kembangkan yakni Beta 97 MPV.

“Sejak gagal diluncurkan, belum ada lagi pembicaraan di dalam perusahaan,” ungkapnya.

Investor lokal diundang berinvestasi untuk memproduksi mobil Tawon, pengganti bajaj di Jakarta

Investor lokal diundang berinvestasi untuk memproduksi mobil Tawon, pengganti bajaj di Jakarta. Itu bagian dari rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam peremajaan kendaraan roda tiga di Ibu Kota. Pasalnya, rencana peremajaan bajaj terhambat setelah produsen bajaj di India menghentikan produksinya.

"Modelnya kayak gimana, Dishub belum bisa mendeskripsikan, tapi sepertinya sama dengan mobil kancil dan berbahan bakar BBG," ujar Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Nurmansjah Lubis usai rapat kerja dengan Dinas Perhubungan di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Kamis (12/2).

Di Jakarta, baru 500 bajaj yang berhasil diremajakan dan diganti berbahan bakar gas (BBG). Karena, tidak ada produksi lagi, praktis rencana penggantian bajaj itu terhenti. Padahal, sekitar 5.000 pengemudi lain telah membayarkan uang muka peremajaan bajaj. Tetapi, Pemprov DKI, seperti diungkap pihak Dishub, uang para pengemudi bajaj itu akan dikembalikan.

Sebanyak 14.000 pengemudi bajaj lainnya juga terimbas penghentian produksi tersebut karena masih mengemudikan bajaj lama. Soalnya, Pemprov DKI berniat mengganti bajaj dengan kendaraan berbahan gas. Dishub berencana meluncurkan armada transportasi baru pengganti bajaj yang akan diberi nama tawon.

Namun armada baru yang serupa dengan bajaj itu, kata Nurmansjah, sejauh ini baru dalam kajian. Karena itu, Dishub tidak bisa memberikan banyak keterangan kepada anggota Dewan. "Modelnya kayak gimana, Dishub belum bisa mendeskripsikan tapi sepertinya sama dengan mobil kancil dan berbahan bakar BBG."

Untuk memproduksi mobil Tawon tersebut, Nurmansjah menyebut Pemprov DKI mengundang produsen lokal untuk berinvestasi. Yang jelas, untuk realisasi 2009, Dishub pesimistis karena masih harus melakukan kajian lebih lanjut.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. CAR&AUTOnews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger